• 8 Juli 2020
  • Last Update 6 Juli 2020 02:41
Warga Aceh Hidupkan Pengajian di Pontianak

Warga Aceh Hidupkan Pengajian di Pontianak

KOLOMACEH.COM | PONTIANAK – Komunitas warga Aceh yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat menghidupkan pengajian rutin sebagai ajang persatuan, silaturrahmi dan memperdalam ilmu agama sesame warga Aceh yang hidup dalam perantauan.

Setidaknya ada puluhan warga Aceh yang kini sedang dalam perantauan di kawasan Pontianak dan mereka punya cara tersendiri untuk menyatukan dan menghidupkan suasana local Aceh demi mengenang kampung halaman, kata Afrizal salah satu anggota pengajian yang kini sedang bekerja di daerah tersebut kepada Kolomaceh.com, Sabtu, 23 februari 2019.

“Komunitas Aceh yang ada di Kalimantan Barat saban malam menggelar Pengajian tentang Tauhid di Balai Pengajian yan baru selesai dibangun pada Bulan Januari 2019 kemarin,”Sebutnya

Dia mengatakan, warga Aceh yang ikut pengajian merupakan para pekerja dari berbagai larat belakang seperti, PNS atau ASN, ada juga pengusaha serta dari swasta dan wirausahawan lainya, sedangkan untuk pengajian sendiri pihaknya kini lebih memperdalam ilmu Tauhid.

Selain itu untuk pengajian sendiri dibalai komunitas Aceh tersebut di isi oleh Teungku Dimyati Syamsuddun Alias Teungku Ahmad dan Teungku Drs.Sufyan Hasan atau Teungku Yandan keduanya merupakan warga Aceh yang rutin setiap malam Jum’at mengisi pengajian di belakang Warung Mie Aceh Seulanga, Jalan Purnama Akcaya Pontianak Selatan, Pontianak.

Dari pengajian tersebut Afrizal berharap dapat terlaksana secara berkelanjutan agar bisa memperdalam ilmu agama serta menghidupkan silaturrami bagi warga Aceh di perantauan.

“Harapan saya selaku warga Aceh yang bekerja sementara di Kalimantan Barat, semoga saja pengajian ini terlaksana secara kontinu, pengajian ini selain memperdalam ilmu agama, juga menjadi ajang silaturrahmi bagi warga Aceh yang ada di Pontianak dan sekitarnya.” Harapnya.[]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *