• 16 Juli 2020
  • Last Update 15 Juli 2020 20:24
Komudisi Ekspor Aceh 99 % Batu Bara dari PT. Mifa

Komudisi Ekspor Aceh 99 % Batu Bara dari PT. Mifa

KOLOMACEH.COM | BANDA ACEH – Komuditi ekspor Aceh tertinggi bersumber dari batu bara hingga mencapai 99 %, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudi menyampaikan bahwa untuk komoditi ekspor tersebut dikeloka oleh PT Mifa, sedangkan sisanya dari komoditi lainnya.

Wahyudi juga mengatakan dengan tidak bergeraknya komoditi ekspor lain menimbulkan keprihatinan terhadap kondisi perekonomian Aceh yang berada pada posisi terendah secara nasional, hal ini disebabkan tinnginya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Maka dengan adanya investasi dapat menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Angka kemiskinan kita sangat memprihatinkan, tapi kita masih bisa bangkit dengan dimulaiya investasi”. Paparnya.

Sementara itu Komisaris PT. Mifa Bersaudara, Slamet Haryadi menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi membangun Aceh terutama di sektor perekonomian, hal itu dikatakan Slamet Haryadi dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Bank Indonesia(BI) Perwakilan Aceh. Selasa, 20 November 2019.

Slamet Haryadi mengungkapkan bahwa sejak beroprasi dari tahun 2015 sampai sekarang, PT. Mifa sudah menyerap tenaga kerja lokal sekitar 72 persen dan mampu menggerakkan PAD daerah.

“Kita sangat berkomitmen untuk berinvestasi di Aceh untuk menggerakkan ekonomi Aceh”. Terangnya

Direktur Utama PT Mifa Bersaudara, Ricky Nelson menambahkan bahwa selama ini perusahaan yang dinaunginya itu telah banyak berkontribusi bagi pembangunan daerah, terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan perusahaan untuk masyarakat.

Dirinya juga mengklarifiikasi terkait isue yang beredar tentang kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh PT. Mifa selama ini.

“Tidak benar kita merusak lingkungan, sudah ada beberapa bekas lahan tambang yang sudah kita reklamasi dan reboisasi”. Tambahnya

Sementara itu Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin mengatakan, selama ini pertumbuhan ekonomi Aceh sangat begantung pada APBA dan APBK Kabupaten/Kota di Aceh.

“Ekonomi Aceh cukup sulit berkembang jika hanya bertumpu pada APBA atau APBK.

Dirinya berpendapat sebuah daerah tidak maju tanpa hadirnya industri yang berkembang di daerah tersebut.

“Hadirnya industri baik itu pertambangan, pertanian adalah membuka akses lapangan kerja baru”. Ujarnya

Kepala Dinas ESDM Aceh, Ir. Mahdinur, MM dalam paparannya mengungkapkan bahwa industri pertambangan Aceh tak semegah dulu sewaktu masih beroprasinya PT, Arun LNG dan Exxon Mobil di Aceh. Dalam kesempatan tersebut dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh untuk sama-sama memberikan ruang bagi para investor untuk berinvestasi di Aceh, katanya.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar 3 jam itu juga dihadiri oleh perwakilan Biro Perekonomian Pemerintah Aceh, Perwakilan Imigrasi Aceh dan dari PT. Mifa Bersaudara juga hadir Azizon Nurza.[]

" class="prev-article">Previous article

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *