KOLOMACEH.COM (BANDA ACEH) –185 Pekebun Aceh Timur Ikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Banda Aceh Sebanyak 185 pekebun Aceh Timur ikuti pelatihan budidaya kelapa sawit gelombang dua yang diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI) di Banda Aceh pada hari Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan yang yang disponsori oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dukungan teknis dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma – Direktorat Jenderal Perkebunan(Ditjenbun) ini dibagi menjadi enam kelas pelatihan.
Program Pengembangan Sumberdaya Manusia Perkebunan tahun 2026 ini, juga didukung oleh dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh dan Dinas Perkebunan & Peternakan Kabupaten Aceh Timur.
Selain mendapatkan materi, para peserta juga juga berkesempatan praktek lapangan dengan menyambangi langsung PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) kebun Batee Puteh, Kabupaten Aceh Barat yang merupakan anak perusahaan PTPN IV PalmCo.
Dalam kunjungan itu, para peserta diterima oleh Zuhri Pradana selaku Estate Manajer, Yudi Irfansyah sebagai Askep dan Bapak Bima sebagai Asisten dari team PT.ASN kebun Batee Puteh
Pada kesempatan itu, Askep Yudi Irfansyah menyampaikan, betapa pentingnya menjaga jumlah pelepah dan melakukan kastrasi pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Selain itu, ia juga menjelaskan jumlah pelepah pada TBM harus dipertahankan pada kisaran 48–56 pelepah untuk mendukung proses fotosintesis dan pertumbuhan optimal.
Menurutnya, manfaat mempertahakan jumlah pelepah daun pada TBM agar pelepah daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis untuk memproduksi makanan. Selain itu, jumlah pelepah yang cukup membuat batang lebih besar dan kokoh, pertumbuhan akar, dan calon seludang tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, pengurangan pelepah secara berlebihan (over pruning) dapat mengganggu metabolisme dan memperlambat masa TBM menuju Tanaman Menghasilkan (TM).
Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh memotong pelepah sawit pada masa TBM 1, TBM 2 dan TBM 3. Ia juga membatasi pemangkasan pelepah yang masih hijau dan aktif, serta mempertahankan jumlah pelepah standar yakni 48-56 pelepah.
“Pertahankan jumlah pelepah aktif pada angka 48-56 pelepah, cukup buang pelepah kering saja untuk mempertahankan jumlah produksi,” jelasnya. (*)
Editor : Redaksi










