KOLOMACEH.COM (NAGAN RAYA) – Ratusan warga di Nagan Raya antusias mengikuti kegiatan Pelatihan yang digelar oleh Direktorat Jendreral Industri Kecil Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Anggota DPR RI Komisi VII.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil (WUB IKM) tersebut berlangsung di Caffee Nagan Premium, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (10/10/2026).
Pembukaan kegiatan di ikuti oleh 600 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari kaum muda hingga pelaku usaha yang berasal dari berbagai kecamatan di daerah tersebut.
Pelatihan yang dilaksanakan meliputi Bidang Pengelasan, furnitur bambu, servis motor kapal, paving block, sablon dan pembuatan pupuk organik ini mencapai 600 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kaum muda hingga pelaku usaha dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Nagan Raya.
Pada kesempatan itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Komisi VII, Teuku Zulkarnaini (Ampon Bang) mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementrian Perindustrian bersama DPR RI Komisi VII.
Menurut pria yang akrap disapa Ampon Bang itu, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bagi masyarakat dalam berwirausaha baru sesuai dengan potensi wilayah tempat tinggalnya masing masing.
Sementara bagi pelaku usaha, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pengetahuan dalam mempersiapkan kelengkapan administrasi usaha seperti legalitas hingga resiko dalam menjalankan usaha mereka.
“Bimbingan teknis wirausaha baru yang bergerak di bidang industri kecil menengah di Nagan Raya, diberikan pelatihan oleh kementrian, dan kami yang melakukan pengawasan,” kata Ampon Bang saat diwawancarai awak media dilokasi.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dimana para pembimbing dari kementrian akan memberikan pemahaman seputar dunia usaha, baik tentang tata cara pengembangan usaha maupun prosedur tata cara berwirausaha dengan baik.
Sementara itu, Fungsional pembina industri Ahli Madya Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian, Ni Wayan Yuni Widayanti mengatakan, pelatihan ini tidak hanya sebatas belajar di ruangan. Namun, pihaknya juga akan mengevaluasi hasil dari pelatihan tersebut.
“Nanti kita akan evaluasi, jika ada dari peserta yang memiliki usaha berkelanjutan, maka kementrian bisa mengkolaborasikan modal usaha melalui perbankan, sehingga para peserta tidak hanya belajar regulasi namun juga diberikan modal usaha,” jelasnya.
“Kita masih terus update, dari awal ini apa yang perlu dibantu, mungkin bertahap, namun sebagai awal kita berikan dulu materi materi yang menjadi modal dasar untuk mereka berusaha, baik secara regulasi, teknik hingga permodalan,”pungkasnya. (bas)
Editor : Zulfikar








