• 16 Juli 2020
  • Last Update 15 Juli 2020 20:24
SDTQ Nurun Nabi Uji Sertifikasi Tahfizd Quran Juz 30

SDTQ Nurun Nabi Uji Sertifikasi Tahfizd Quran Juz 30

KOLOMACEH.COM, BANDA ACEH – Sekolah Dasar Tahfidz Qur’an (SDTQ) Nurun Nabi Banda Aceh menggelar ujian sertifikasi Tahfidz Al Qur’an juz 30. Kegiatan itu merupakan perdana dilakukan oleh yayasan yang berlangsung di Aula SDTQ Nurun Nabi Lambhuk, Ulee kareng, Banda Aceh, Senin (25/11/2019).

Acara yang diikuti sebanyak 9 calon hafidz yang terdiri dari 7 siswa dan 2 siswi bersyahadah didepan dewan penguji dari Lembaga Sertifikasi Tahfidz Al Qur’an Banda Aceh yang merupakan tugas perdana dalam memulai perannya.

Uji materi turut dihadiri Wakil Walikota Banda Aceh, H Zainal Arifin, perwakilan Kementerian Agama, Dinas Syariat Islam, Dinas Pedidikan, Lembaga Sertifikasi Tahfidz Al Qur’an Banda Aceh, Ketua Komoite Sekolah, orang tua siswa SDTQ Nurun Nabi. Namun Ketua Yayasan Nurun Nabi Tgk H Jamhuri Ramli Al Hafidz tidak hadir dikarenakan faktor kesehatan.

Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin dalam sambutannya mengatakan, bahwa sesungguhnya menghafal Al Qur’an tidaklah sulit, yang penting penghafal harus serius dan fokus.

“Dalam mengejar prestasi anak-anak perlu mengurangi dan menjauhi interaksi dari telepon genggam yang berbasis Android,” ungkap Zainal Arifin.

Menurut Wakil Walikota Banda Aceh H Zainal Arifin, pihak Pemko memiliki cita-cita mulia yakni, menciptakan 1000 tahfidz. Para hafidz tersebut akan disebar pada Masjid-masjid yang ada di Kota Banda Aceh.

Zainal Menyebutkan Lembaga Sertifikasi Tahfidz Al Qur’an Banda Aceh merupakan satu-satunya yang ada di tanah air.

“Oleh karena itu, syahadah yang diterbitkan dari lembaga ini akan mendapatkan pengakuan, tidak hanya di tanah air, tetapi juga negara-negara lainnya. Sehingga, siswa-siswi pemegang sertifikasi tidak lagi menjalni tes serupa di tempat lain,” tutur Zainal.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ustadz Rahmat Riski Al Abdya menjelaskan, syahadah atau pengakuan dalam tahfidz yang diikuti 9 siswa-siswi itu, sebagian besarnya berasal dari kelas II dan minoritas siswa kelas I.

Dikatakan ustaz Riski, siswa-siswi SDTQ Nurun Nabi berjumlah sebanyak 96 orang. Kemudian, pihak sekolah akan memberikan hadiah berupa tiket umrah bagi siswa-siswi tercepat dan diakui sebagai tahfidz pada setiap angkatan.

Ustaz Riski, yang juga Kepala Sekolah SDTQ di depan hadirin mengungkapkan, bahwa pentingnya menyekolahkan anak-anak di Sekolah Dasar Ahlusunnah Waljamaah yang mencintai Maulidurrasul dan Shalawat agar ada pemahaman yang benar pada masyarakat khususnya di Bumi Serambi Mekkah.

Selain itu, Sekretaris Lembaga Sertifikasi Tahfidz Al Qur’an Banda Aceh, Ustadz Agusri, MA menjelaskan bahwa, uji sertifikasi atau syahadah bagi siswa-siswi SDTQ Nurun Nabi ini merupakan kegiatan perdana bagi lembaganya.

Namun demikian, lembaga yang diakui merupakan satu-satunya yang ada di tanah air ini ironisnya belum dilantik.

“Semoga Pemerintah Kota Banda Aceh segera melantik kepengurusan Lembaga ini,” harapnya.

Kata ustadz Agusri, dalam proses sertifikasi, semua siswa-siswi tak ubahnya seperti menjalani Masabaqah Cabang Tahfidz dari Munaqasah. Dimana, tiap Siswa-siswi diberikan pilihan materi dalam amplop tertutup. Lalu siswa-siswi diwajibkan meneruskan ayat-ayat AlQur’an, surah serta menyebutkan arti dan jumlah ayat. (T19)

Editor : Zulfikar

" class="prev-article">Previous article

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *