58 Mahasiswa Fakultas Saintek UIN Ar-Raniry di Yudisium

58 Mahasiswa Fakultas Saintek UIN Ar-Raniry di Yudisium

KOLOMACEH.COM, BANDA ACEH –Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh meyudisium sebanyak 58 lulusan, diantaranya 11 orang lulusan Laki-laki dan 47 perempuan, yang berlangsung di Aula fakultas setempat, Selasa (11/2/2020).

Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Khairiah Syahabuddin M.HSc.ESL, M.Tesol, Ph.D mengatakan, yudisium tahap ini terdapat 4 lulusan yang berprestasi dengan IPK tertinggi diantaranya : Syarifah Seicha Fathma, IPK 3.82, dari Prodi Teknik Lingkungan;  Rina Mutia, IPK 3.80, Prodi Biologi; Ressa Vernia Febrina, IPK 3.60, Prodi Kimia; dan Try Anggola Salim, IPK 3.42, Prodi Arsitektur ;  serta Cut Nabila Amartiwi, IPK 3.42, Podi Arsitektur.

Khairiah merincikan bahwa, 58 lulusan itu berasal dari empat program studi (Prodi), masing-masing, sebanyak 5 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi; 13 lulusan Prodi Arsitektur; 22 lulusan Prodi Teknik Lingkungan; 18 lulusan Prodi Biologi dan Prodi Kimia.

Wakil Dekan II Fakultas Saintek, Fitriani, S.Ag, M.Ag dalam orasinya menyampaikan, bahwa semua ilmu pengetahuan baik itu ilmu sains, ilmu teknik, ilmu kedokteran dan lainnya sudah ada di dalam Al-Qur’an.

Semua pakar ilmu atau ahli ilmu berasal dari negara-negara Timur Tengah yang membawa Islam ke peradaban ilmu pengetahuan yang sangat tinggi seperti Ibnu Sina, Al-Faraby, Al-Khawarizmy, Ibu Rusyd dan lainnya.

“Kita harus membangkitkan dan mengembangkan kembali ilmu pengetahuan, sains dan teknologi yang semuanya itu bersumber dari Al-Qu’ran,” ungkapnya.

Fitriani juga berharap, agar mahasiswa mampu mengimplementasikan integrasi Al-Quran (Islam) dengan ilmu pengetahuan sesuai dengan kurikulum yang ada di Fakultas Saintek yang telah didapatkan oleh para mahasiswa.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Azhar Amsal, M.Pd mengatakan bahwa mahasiswa yang telah menyelesaikan proses belajar di Fakultas Saintek bukanlah akhir dari pejuangan. Akan tetapi merupakan awal dari perjuangan yang sesungguhnya sampai akhir hayat.

“Semua lulusan harus mampu membuktikan bahwa semua ilmu yang didapat di bangku kuliah bermanfaat di dalam kehidupan masyarakat dan yang paling penting buktikan kepada Orangtua Anda masing-masing bahwa pengorbanannya selama ini membuahkan hasil, bukan hanya sekedar kertas ijazah, tapi ilmu yang bemanfaat bagi orang banyak,” harapnya.

Kepada mahasiswa yang diyudisium, Azhar Amsal menyampaikan bahwa, semua lulusan Fakultas Sainstek harus memiliki Emotional Quotient (Kecerdasan emosional). Hal itu perlu, karena semua lulusan akan menghadapi berbagai macam bentuk tantangan di luar sana untuk menyesuaikan diri dengan lapangan kerja.

“Modal utama yang harus dimiliki adalah disiplin, dengan modal disiplin Anda akan mudah mengikuti dan melewati segala bentuk tantangan yang ada di dunia kerja nantinya,” tutup Amsal. (*/ril)

Editor : Zulfikar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *